Berita dan Kegiatan

280
279
Senin, 21 Maret 2016 (14:20:02)
Dinas Pertanian Peternakan Provinsi Riau dalam hal ini mengadakan Bimbingan Teknis Budidaya Unggas Lokal pada tanggal 14 - 17 Maret 2016 di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Sembawa dengan tujuan menunjang Program Pengembangan Ternak Unggas Lokal. Bimbingan Teknis ini terdiri dari kelompok petani peternak yang berasal dari berbagai Kabupaten di Provinsi Riau. Adapun Materi yang diajarkan di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Sembawa ini terdiri dari Kebijakan Pengembangan Ternak Unggas Lokal di Provinsi Riau, Peran BPTU - HPT Sembawa dalam Pengembangan Ternak Unggas, Manajemen Budidaya Ternak Unggas, Pengolahan Pakan Konsentrat Ternak Unggas, Peningkatan Mutu Genetik Ternak Unggas melalui IB, Manajemen Kesehatan Ternak Unggas, Penetasan dan Sexing, Pengolahan Limbah dan Kunjungan
278
Selasa, 1 Maret 2016 (08:51:02)
Sembawa, (19 Januari 2016) Presiden dan Wakil Presiden ABBA (Australian Brahman Breeders Association) Shane Bishop dan Matthew McCamley berkunjung ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sembawa. Kunjungan ini sebagai upaya untuk mendapatkan pemahaman yang baik akan industri peternakan Indonesia. Shane dan Matthew membawa beberapa pesan dari industri ternak Australia untuk industri ternak Indonesia yang disampaikannya di BPTU-HPT Sembawa. Mereka menyatakan Indonesia telah dan akan tetap menjadi mitra penting perdagangan bagi industri peternakan Australia Utara. Apalagi Indonesia mencari pasokan jangka panjang yang konsisten dan dapat diandalkan seperti ternak bibit yang produktif. "Anggota kami berada dalam posisi untuk memasok ternak ke Indonesia tepat waktu dan sesuai dengan kondisi musiman yang ada," ujar Shane. Ia melanjutkan bibit sapi Brahman menjadi basis
277
Senin, 29 Februari 2016 (08:30:31)
Sembawa, (14 Januari 2016) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Payakumbuh melakukan Study Banding ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sembawa dengan tujuan pengembangan serta pembibitan ternak sapi Brahman Cross dan Unggas Lokal di BPTU-HPT Sembawa. Kunjungan tersebut diikuti 18 orang yang terdiri dari anggota dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Payakumbuh. Dalam hal ini rombongan tersebut diajak berkeliling untuk melihat pemeliharaan sapi Brahman Cross, mulai dari cara pemeliharaan, budidaya, kesehatan sampai pemberian pakan kepada ternak tersebut. Setelah para rombongan puas berkeliling diarea perkandangan, kemudian para rombongan diajak untuk melanjutkan perjalanan dan berkeliling diarea padang rumput yang sangat luas mengelilingi area perkandangan. Setelah puas berkeliling dan sekaligus berbagi ilmu seluruh rombongan mengakhiri kunjungan
Senin, 14 Desember 2015 (14:14:26)
Budi Daya Tanaman Gamal sebagai Bahan Pakan Ternak Oleh: Ati Sihombing ,SP             Kebutuhan hijauan untuk pakan ternak terus meningkat seiring dengan berkembangnya budidaya peternakan. Pada musim-musim tertentu peternak sering mengeluhkan susahnya mencari hijauan makanan ternak, ini terjadi biasanya pada saat musim kemarau panjang seperti yang sering dialami BPTU – HPT Sembawa. Solusi untuk mengatasi hal ini adalah dengan menanam hijauan yang tahan banting alias tahan terhadap cuaca. Pilihan terbaik jatuh pada tanaman gamal yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat tapi masih sering disepelekan penggunaannya sehingga jarang dibudidayakan secara serius. Dengan dibudidayakannya tanaman Gamal di BPTU – HPT Sembawa diharapkan dapat Mengatasi akan Kekurangannya Kebutuhan Hijauan saat mengalami musim kering

Artikel

Senin, 14 Desember 2015 (14:30:15)
Indigofera sp sebagai Bahan Pakan Ternak Oleh : Ati Sihombing ,S.P Pendahuluan Indigofera sp merupakan tanaman dari kelompok kacangan (family : Fabaceae) dengan genus Indigofera dan memiliki 700 spesies yang tersebar di Benua Afrika, Asia dan Amerika Utara.  Sekitar tahun 1900 Indigofera sp dibawa ke Indonesia, oleh kolonial Eropa serta terus berkembang secara luas (Tjelele 2006).  Tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang kaya akan nitrogen, fosfor dan kalsium.  Indigofera sp mengandung pigmen indigo, yang sangat penting untuk pertanian komersial pada daerah tropic dan sub tropic, selanjutnya dapat digunakan sebagai hijauan pakan ternak dan suplemen kualitas tinggi untuk ternak ruminansia (Haude, 1997). Indigofera sp merupakan tanaman dari kelompok kacangan (family : Fabaceae) dengan genus Indigofera dan memiliki 700 spesies
266
Jumat, 27 Desember 2013 (16:15:31)
Agribisnis unggas (ayam ras) di dalam negeri memerlukan penataan sehingga semua pelaku yang bermain di dalamnya mendapatkan kesempatan untuk bisa tetap eksis. Dalam kondisi saat ini peternak ayam “mandiri” merasa semakin tersisihkan dan banyak menjumpai kesulitan dalam menjalankan usahanya. “Kami mengharapkan pemerintah bisa menjadi wasit yang bijaksana dan menetapkan regulasi yang bisa menjadi acuan kami untuk menjalankan usaha,” kata Ketua Umum Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN), Sigit Prabowo, menanggapi aksi demo sejumlah peternak ayam ras, yang dilakukan di depan kantor Kementerian Pertanian. Digelarnya aksi unjuk rasa oleh peternak ayam, menurut Sigit, menandai adanya rasa ketidakpuasan dari sebagian pelaku budidaya. Mereka kini kesulitan karena pasokan ayam hidup (life bird) membanjiri pasar sehingga berdampak menekan harga jual hingga berada di bawah
264
Rabu, 18 Desember 2013 (13:18:51)
Invensi ini berhubungan dengan pengolahan limbah ternak yang dapat menghasilkan biogas, pupuk organik cair dan bahan pakan ternak secara sekaligus, sehingga tidak ada lagi limbah yang tersisa, baik dalam bentuk padat maupun cair. Bahan pakan ternak dapat digunakan terutama untuk ruminansia. Teknologi instalasi biogas ini dapat memanfaatkan limbah ternak untuk sumber energi, pupuk dan pakan dalam satu rangkaian proses dan tanpa limbah yang tersisa, di mana proses intinya dengan meningkatkan kandungan N yang menjadi relatif lebih tinggi pada pupuk cair. Manfaat lainnya ialah dalam rangka sanitasi lingkungan, karena produksi limbah ternak yang terus menerus setiap hari jika tidak terkelola dengan baik akan menimbulkan pencemaran lingkungan yang serius. Dengan teknologi pengolahan limbah ternak yang efektif dan efisien, limbah ternak yang selama ini dianggap mengganggu lingkungan dapat dijadikan
Jumat, 13 Desember 2013 (11:25:50)
diposkan 13 Desember 2013 Berikut ini ada beberapa referensi 3 Sapi Terbesar Di Dunia yang telah tercatat di rekor. Mumpung di hari raya idul adha tambah-tambah ilmu deh tentang Sapi Terbesar Di Dunia yang dikutip dari yang-ter-unik.blogspot.com Diatas dengan Berat 1.60 Ton, Sapi yang berada di Ingris (Britain) ini adalah sapi terbesar di Dunia. Weew dagingnya berasa. Dagingnya yang montok Chilli adalah sapi jantan jenis FH terbesar di dunia dengan berat lebih dari 1 ton dan tingginya hampir mencapai 2 meter (+/- 197 cm) atau hampir sama dengan ukuran sebuah gajah kecil. Sapi FH memang salah satu jenis sapi perah yang unggul dalam menghasilkan susu. Sapi FH terkenal dengan produksi susunya yang tinggi, bisa mencapai lebih dari 6350 kg/tahun dengan persentase kadar lemak susu 3-7%. Bibit sapi FH yang unggul menjadi sangat penting karena akan menentukan hasil produksi

Produk Kami

10
Merupakan salah satu sumber protein hewani dan merupakan cikal bakal embrio ayam
12
merupakan salah satu ayam hias yang unik dengan bulu berwarna putih seperti kapas
8
Merupakan ayam petelur. Produksi telurnya tinggi. Telur menyerupai telur ayam kampung.
7
Sapi Brahman mempunyai daya tahan dan kemampuan beradaptasi yang tinggi

Galeri Foto

ayam arab di kandang litter
Gambar 4
Gambar 3
ayam merawang penggaluran