Strategi Optimalisasi Masa Brooding

Kamis, 3 Oktober 2013 (16:15:52)

 

diposkan : 3 Okt 2013

Lima kunci keberhasilan selama masa brooding yaitu pakan, air minum, ventilasi, suhu, dan kelembaban. Sinergi yang baik antara 5 faktor ini akan menjadikan hasil yang maksimal

Ibarat pondasi sebuah rumah, itulah pentingnyamasabrooding (masa penyesuaian anak ayam terhadap kondisi lingkungan) pada pemeliharan broiler(ayam pedaging). Pada periode broodingmerupakan masa keemasan bagi broiler yang tidak mungkin terulang lagi. “Pada masa ini terjadi perbanyakan selatau hyperplasia.Jikamasa ini tidak maksimal maka hasil akhirmsa pemeliharaannyapun tidak akan maksimal,” jelas Sub Area Head Manager Malang, Kediri, Blitar PT Sinar Sarana Sentosa,Jarot Rustantokepada Trobos Livestock.

Jarot memaparkan, fase pertumbuhan ayam pedaging dibedakan menjadi 2yakni hyperplasia dan hypertropi (pembesaran sel). Hyperplasia berkembang optimal di minggu pertama umur ayam, termasuk juga perkembangan organ-organ visceral dan sifat immunitas DOC (Day Old Chicken/ayam umur sehari).

Jarot menggarisbawahi,sejatinya lamanya brooding tidak bisa disamakan antar daerah, lingkungan, dan sistem perkandangan. “Memang manajemen dan lama brooding itu tidak bisa dipukul rata di semua daerah, tapi tetap ada acuan umumnya” paparnya.

Menurut Jarot, standar lama brooding berada dikisaran 10 – 14 hari untuk kandangterbuka atau  sistem opened house, dan 7 – 8 hari untuk kandang closed house. “Kenapa beda? Karena untuk kandang closed house iklim mikro di dalam kandang bisa dikendalikan,” jelasnya.

Ditambahkan Taufiq Qurohman, Kepala Cabang Malang PTJaguar, brooding bahkan merupakan masa yang paling penting dan krusial untuk keberhasilan pemeliharaan broiler.Berbagai faktor harus diperhatikan untuk mendapatkan hasil brooding yang maksimal. Salah satunya adalah lamanya masa brooding itu sendiri.

Taufiq bahkan menyebutkan, periode brooding bisa saja sampai umur 18 hari, tapi dengan catatan kondisi cuaca sedang tidak bagus. Masa ini, orientasinya adalah target, bukan berapa lama periode brooding-nya” jelas pria asli Malang ini.

Menurutnya, parameterutama yang perlu diperhatikan oleh peternak pada masa ini adalahbobot badan. Lepas periode brooding, ayam ditargetkan berada pada bobot minimal 480 gram, berapapun bobot awal DOC-nya.

Jarot memperinci, pada minggu pertama brooding, bobot ayam seharusnya sudah 4,5 kali lipat dari bobot DOC-nya. Misalkan bobot DOC 40 grammaka bobot di minggu pertama harusnya sudah 180 gram.

Ia menegaskan, dulu target bobot ayam di minggu pertama adalah 4 kali lipat bobot DOC, tapi dengan semakin berkembangnya genetik dan pakan ayam, standar pun harus ditinggikan. Selain pencapaian bobot badan, parameter FCR (Feed Conversion Ratio), konsumsi pakan dan mortalitas juga perlu untuk diperhatikan. “Di minggu pertama, standar FCR adalah 0,8 dengan konsumsi pakan 170 gram dan mortalitas maksimal 1%,” urai Jarot.

Atur Suhu dan Kelembaban
Menurut Taufiq, selama periode brooding, peternak wajib melakukan manajemen pengaturan suhu dan kelembaban, pelebaran sekat kandang serta buka tutup tirai. Pengaturan suhu misalnya yang ideal pada saat brooding adalah 33oC dan perlahan turun berbanding lurus dengan umur ayam.

Jarot merinci, untuk umur 1 – 2 hari, suhu yang optimal adalah 33 – 32oC, umur 3 – 4 hari 32 – 31oC, dan 30oC hingga umur 1 minggu. Saat malam kadang meskipun pemanas sudah dinyalakan penuh, suhu tetap tidak bisa ideal. “Kalau perbedaannya masih 3 – 4oC masih bisa ditoleransi, tapi bila lebih dari itu ayam akan bergerombol dan tidak mau makan,” paparnya.

Ia melanjutkna, untuk menciptakan kondisi suhu yang ideal, peternak bisa menggunakan pemanas jenis gasolec dengan bahan bakar gas LPG. “Memang pernah bermunculan bahan bakar lain seperti minyak tanah atau batubara, tapi tidak se-efektif LPG” tandas Jarot.

Taufiq menambahkan, pemanas sebaiknya dinyalakan sesuai dengan kebutuhan suhu pada periode brooding, tapi dengan catatan, penggunaan pemanas tidak boleh diirit. “Penggunaan pemanas saat brooding itu ibarat kita sedang berinvestasi, kalau pelit ya nanti hasil akhirnya tidak maksimal” jelas Taufiq mengibaratkan. “Untuk kelembaban yang optimal saat brooding adalah 60 – 70%” imbuhnya.

Menurut Taufiq, sejatinya mudah untuk menentukan apakah pada periode brooding ayam sudah merasa nyaman dengan kandang atau belum, yakni dengan cara dilihat tingkah lakunya. “Jika ayam itu aktif, berarti dia sehat dan normal. Jika tidak, berarti pasti ada sesuatu yang salah” jelasnya.

Jarot mengklasifikasi, terdapat 5 kunci keberhasilan selama masa brooding yaitu pakan, air minum, ventilasi, suhu dan kelembaban. “Sinergi yang baik antara 5 faktor ini akan menjadikan hasil yang maksimal” jelasnya.

sumber: trobos.com

Artikel Lain
Produk Kami
13
Merupakan jenis ayam kampung dengan galur baru yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian
12
merupakan salah satu ayam hias yang unik dengan bulu berwarna putih seperti kapas
11
Merupakan ayam dwiguna yang bisa diambil telur dan dagingnya
7
Sapi Brahman mempunyai daya tahan dan kemampuan beradaptasi yang tinggi
14
Sapi Peranakan Ongole (PO)