Pemberdayaan Jejaring Peternak Sapi

Jumat, 29 November 2013 (16:38:59)
Diposkan: 29 Nopember 2013
15:08 WIB | Senin, 25 November 2013 | Mentan Menyapa | Penulis : Ahmad Soim (Sinar Tani)

Pembaca. Petani di mana pun Anda berada. Alhamdulillah, sejak tiga tahun terakhir ini para peternak sapi bergairah menikmati harga yang bagus. Populasi sapi di sentra produksi seperti Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Selatan pun terus meningkat. Semoga para peternak semakin meningkat semangat beternaknya.

Pembaca, seperti yang kita ketahui bersama, Kementerian Pertanian masih terus mempertahankan target swasembada kendati fakta di lapangan kurang mendukung target swasembada pangan 2014 mendatang. Saya mengakui sangat kesulitan mewujudkan swasembada daging sapi. Namun Kementerian Pertanian akan memanfaatkan sisa waktu saat ini secara optimal dengan sumber daya dan dukungan anggaran yang ada. Saya berharap, pihak daerah juga memiliki semangat yang tinggi untuk memaksimalkan potensi-potensi yang ada.  Untuk itu, pemerintah harus bekerja ekstra, salahsatunya melalui program integrasi sapi sawit dan program peternakan sapi di Australia.

Saya melihat optimalisasi ini sebagai jalan lain dalam memperbanyak populasi sapi. Misalkan melalui optimalisasi integrasi sapi ternak, kalau dari luas lahan 9,4 juta hektar sawit dapat dioptimalkan 5 juta hektar saja dan setiap 1 hektar ditaruh 2 ekor sapi, maka dapat menambah populasi sebanyak 10 juta ekor sapi.

Selain itu, Kementerian Pertanian pun akan terus mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkomitmen mengembangbiakkan sapi. Termasuk BUMN investasi di Australia yang akan mendatangkan betina produktif. Semoga dapat berjalan.

Hingga saat ini telah banyak program yang dikembangkan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan populasi sapi. Khusus untuk 2013, untuk meningkatkan populasi sapi, Kementan memiliki 6 (enam) program : (1) pengaturan pengendalian impor secara konsisten untuk mengendalikan stabilitas harga daging sehingga mampu mendorong motivasi peternak; (2) perbaikan distribusi sapi dari sentra produsen ke konsumen; (3) penyelamatan sapi betina produktif;  (4) revitalisasi rumah potong hewan;  (5) optimalisasi inseminasi buatan dan kawin alam dan (6) penanganan gangguan reproduksi.

Enam program tersebut merupakan lanjutan dari belasan langkah yang sebelumnya termasuk dalam peta jalan akselerasi swasembada daging sapi. Berbagai terobosan telah dan terus dilakukan untuk mencapai swasembada daging sapi. Mulai dari pengembangan usaha pembiakan dan penggemukan sapi lokal, pemberdayaan dan peningkatan kualitas RPH, optimalisasi Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alami (InKa), peningkatan kualitas  SDM  bidang pakan, penanggulangan gangguan reproduksi dan peningkatan pelayanan kesehatan hewan, penyelamatan sapi betina produktif, penguatan wilayah sumber bibit dan kelembagaan usaha pembibitan,  penyediaan sapi bibit melalui subsidi bunga (KUPS), hingga pengaturan stock sapi bakalan dan daging serta pengaturan distribusi dan pemasaran sapi dan daging.

Dan yang terpenting dari semua rangkaian program tersebut adalah pemberdayaan peternak untuk menangkap berbagai peluang ekonomi, siap mengatasi berbagai kendala/kelemahan yang dimiliki peternak, memperkuat dan mengoptimalkan jejaring kelompok-kelompok peternak di tingkat perdesaan. Melalui penyuluhan maupun komunikasi antar-peternak (kelompok ternak) agar mereka mampu memperbaiki sistem pengelolaan usaha peternakan. Salahsatu contoh bentuk pemberdayaan peternak melalui penyuluhan yaitu seperti mengajarkan peternak proses inseminasi buatan (IB), pengolahan sumberdaya lokal (sisa hasil pertanian) sebagai bahan pakan berkualitas, pelatihan pemanfaatan sisa hasil peternakan menjadi pupuk, peningkatan kemampuan manajerial peternak, penerapan teknologi tepat guna dengan good farming practices, good breeding practices, good processing practices dan good marketing practices. Termasuk keterampilan inseminasi bagi inseminator, keterampilan vaksinasi bagi vaksinator, kemampuan penyuluh peternakan, kemampuan promosi dan fasilitator bagi aparat pengelola pengembangan agribisnis peternakan.

Kementerian Pertanian pun berusaha memfasilitasi berkembangnya usaha-usaha agribisnis peternakan, baik di hulu, budidaya maupun di hilir melalui pembangunan pos kesehatan ternak dan inseminasi buatan, pembangunan pasar ternak, pembangunan rumah potong ternak, pembangunan fasilitas karantina ternak dan pembangunan fasilitas pelabuhan ternak.

Saya mengharapkan melalui berbagai program yang dirangkaikan dalam penguatan jejaring kelompok peternak di perdesaan ini akan semakin memperlancar proses pengadaan sarana produksi (bibit dan pakan) secara nasional, pencegahan penyakit ternak sejak dini dan akses pemasaran luas, yang dilakukan secara berkelompok dan bergotong royong, yang pada gilirannya akan meningkatkan keuntungan dan pendapatan usaha peternakan sehingga pada akhirnya swasembada daging, Insya Allah, akan tercapai.

Sumber: http://tabloidsinartani.com

Artikel Lain
Produk Kami
10
Merupakan salah satu sumber protein hewani dan merupakan cikal bakal embrio ayam
11
Merupakan ayam dwiguna yang bisa diambil telur dan dagingnya
14
Sapi Peranakan Ongole (PO)
8
Merupakan ayam petelur. Produksi telurnya tinggi. Telur menyerupai telur ayam kampung.
12
merupakan salah satu ayam hias yang unik dengan bulu berwarna putih seperti kapas