Pemanfaatan Mikroba untuk Peningkatan Mutu Pakan Ternak dan Efisiensi Produksi Biogas

Rabu, 4 Desember 2013 (13:47:29)

diposkan : 4 Desember 2013

 Oleh : Ati Sihombing, S.P

Pakan merupakan salah satu faktor penentu utama yang mempengaruhi keberhasilan suatu usaha peternakan, namun ketersediaan hijauan pakan ternak akhir-akhir ini semakin terbatas sehingga penyediaannya sepanjang tahun tidak dapat mencukupi kebutuhan ternak. Oleh karena itu perlu dicari hijauan pakan alternatif  dari limbah pertanian dan perkebunan. Namun sumber pakan tersebut harus ditingkatkan kualitasnya. Pembuatan silase merupakan teknologi fermentasi untuk mengawetkan dan menjaga kualitas hijauan pakan ternak menggunakan bakteri asam laktat. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kualitas bahan pakan alternatif  melalui pembuatan silase serta menyediakan informasi mengenai nilai nutrisi silase bahan pakan alternatif bagi ternak.

Pembuatan silase dilakukan menggunakan berbagai bahan baku seperti rumput gajah,  jerami padi, leguminosa, dan limbah sayuran pasar. Tahap pertama telah dilakukan pembuatan silase dengan berbagai komposisi baik  menggunakan bahan baku  tunggal maupun campuran. Tahap kedua adalah pembuatan silase menggunakan berbagai sumber karbohidrat yaitu dedak padi, onggok, dan pollard. Parameter yang diamati adalah kualitas fisik, pH, suhu, asam laktat, populasi mikroba dan kualitas nutrisi. Secara umum penggunaan bakteri asam laktat Lactobacillus plantarum 1A-2 dapat digunakan sebagai inokulan daam pembuatan silase yang menggunakan bahan baku lokal seperti jerami, leguminosa, dan limbah sayuran pasar. Silase yang dihasilkan mempunyai kualitas yang memenuhi kriteria untuk diberikan pada ternak. Kualitas silase dihasilkan dari parameter fisik, kimia, mikrobiologi dan nilai nutrien sebagai pakan ternak.  Perbedaan sumber karbohidrat menghasilkan kandungan nutrisi silase yang berbeda.  Pengunaan pollard menghasilkan silase dengan kadar protein paling tinggi dibanding silase yang menggunakan dedak padi dan onggok yaitu 14,5%. Sedangkan kadar serat paling tinggi diperoleh pada silase yang menggunakan dedak padi  yaitu 25,79%. Nilai ADF paling tinggi diperoleh pada silase yang menggunakan dedak padi yaitu 51,96%. 

Penggunaan jerami meningkatkan kadar serat silase pada semua sumber karbohidrat yang digunakan.

 

 Sumber Pustaka

Frazier, W.C. dan D.C. Westhoff. 1983. Food microbiology. Mc, Graw Hill. Pub. Co. Ltd., New York.

Saono, S. 1976. Pemanfaatan Jasad Renik Dalam Pengolahan Hasil Sampingan atau Sisa-Sisa Produksi Pertanian. Berita LIPI. 18 (4). Jakarta.

 

 

 

Artikel Lain
Produk Kami
14
Sapi Peranakan Ongole (PO)
9
Merupakan pupuk organik pilihan yang tepat karena zat yang terkandung di dalamnya sangat membantu pertumbuhan tanaman
11
Merupakan ayam dwiguna yang bisa diambil telur dan dagingnya
10
Merupakan salah satu sumber protein hewani dan merupakan cikal bakal embrio ayam
12
merupakan salah satu ayam hias yang unik dengan bulu berwarna putih seperti kapas