Pengaruh Formulasi pakan terhadap kandungan pakan ternak Ruminansia

Kamis, 5 Desember 2013 (14:00:25)

diposkan 5 Desember 2013

 

Oleh : Ati Sihombing S,P

 

Latar Belakang

Dalam menyusunan formula pakan yang ekonomis dan terjangkau peternak seoptimal mungkin memanfaatkan sumber daya local yang tersedia di lingkungan setempat. Selanjutnya dalam pemilihan bahan pakan yang perlu diperhatikan antara lain yaitu kandungan nutrisi bahan, tingkat kecernaan, ketersediaan, kontinuitas dan harga serta kemungkinan adanya faktor pembatas seperti zat anti nutrisi atau racun dalam bahan tersebut.

 

Tujuan

         Untuk mengetahui factor factor yang mempengaruhi penyusunan formulasi pakan ternak ruminansiayang meliputu:

a.Kandungan zat gizi

b.Bahan pakan dan kandungan gizinya

c.Tipe pakan

d.kandungan pakan

e.Ketersediaan pakan

f.Harga bahan baku pakan

g.Keamanan pakan

         Untuk mengetahui factor yang mempengaruhi tinggi rendahnya konsumsi pakan ternak ruminansia baik secara internal maupun secara eksternal.

 

 

2.1 Factor factor yang mempengaruhi penyusunan formulasi pakan ternak ruminansia

Ternak ruminansia merupakan ternak yang melakukan ruminasi dalam proses pencernaan makananya dan dalam proses pencenaanya hamper sebagian besar di lakukan dengan proses fermentasi.Ada beberapa factor yang mempengaruhi penyusunan formulasi pakan ternak ruminansia yang meliputi:

a.Kebutuhan Gizi

Kebutuhan ternak terhadap pakan dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap nutrisi (serat kasar, energi, protein, lemak, vitamin dan mineral). Jumlah kebutuhan nutrisi setiap harinya sangat bergantung pada jenis ternak, umur, fase (pertumbuhan, dewasa, bunting, menyusui), kondisi tubuh (normal, sakit) dan lingkungan tempat hidupnya (temperatur, kelembaban nisbi udara) serta bobot badannya. Maka, setiap ekor ternak yang berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda pula.

b.Bahan Pakan Dan Kandungan Gizi

Kebutuhan ternak terhadap pakan dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap nutrisi (serat kasar, energi, protein, lemak, vitamin dan mineral). Jumlah kebutuhan nutrisi setiap harinya sangat bergantung pada jenis ternak, umur, fase (pertumbuhan, dewasa, bunting, menyusui), kondisi tubuh (normal, sakit) dan lingkungan tempat hidupnya (temperatur, kelembaban nisbi udara) serta bobot badannya. Maka, setiap ekor ternak yang berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda pula.

c.Tipe Pakan

Tipe pakan mempunyai ciri khusus sesuai dengan komposisi yang diperlukan dan kandungan gizinya, apakah merupakan pakan komplit, pakan bijian, atau pakan suplemen yang disusun terutama sebagai sumber protein, energi, vitamin dan mineral.

d.Konsumsi Pakan

Ternak ruminansia mengkonsumsi pakan dalam jumlah yang terbatas sesuai dengankebutuhannya untuk mencukupi hidup pokok. Sejalan dengan pertumbuhan, perkembangan kondisi serta tingkat produksi yang dihasilkannya, konsumsi pakannya pun akan meningkat pula. Ternak akan makan jumlah tertentu sesuai dengan konsentrasi gizi dalam pakannya terutama kandungan energinya. Selain itu konsumsi pakan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, umur, kesehatan, tingkat produksi, bentuk pakan, palatabilitas, kepadatan dll.

e.Ketersediaan Bahan Pakan

Ketersediaan bahan pakan yang mudah diperoleh serta tersedia dalam jumlah yang cukup dan berkesinambungan menjadi pertimbangan utama dalam pembuatan pakan. Bahan pakan lokal menjadi prioritas karena diharapkan dapat bersaing dengan bahan pakan lainnya yang berasal dari luar.

f.Harga Bahan Baku Pakan

Bahan baku yang digunakan sebaiknya tersedia dalam jumlah cukup di daerah tersebut. Paling tidak, mudah didapatkan dengan tranportasi yang mudah dan murah. Diutamakan menggunakan bahan pakan yang relatif murah dan tidak mudah melonjak karena persaingan dengan kebutuhan manusia. Harga per unit bahan pakan sangat berbeda antara satu daerah dan daerah lain, sehingga keseragaman harga per unit nutrisi (bukan harga per unit berat) perlu dihitung terlebih dahulu. Selain harga yang perlu diperhitungkan juga perlu diperhitungkan juga adalah biaya pangangkutan, pengolahan dan penyimpanan. Harga per unit bahan pakan sangat berbeda antara satu daerah dan daerah lain, sehingga keseragaman harga per unit nutrisi (bukan harga per unit berat) perlu dihitung terlebih dahulu.

g.Keamanan Pakan

Pakan yang dibuat untuk konsumsi ternak harus memperhatikan aspek keamanan pakan, karena pakan yang baik dan bermutu tinggi akan meningkatkan produktifitas ternak. Penggunaan senyawa fisik, kimia, biologi pada pakan tidak boleh membahayakan kesehatan ternak dan konsumen produk ternak. Untuk itu batas maksimum kandungan bahan pencemaran fisik, kimia dan biologis pada bahan baku pakan harus menjadi perhatian. Penggunaan hormon atau antibiotika yang berbahaya sebagai feed additive juga harus dilarang karena dapat menjadi residu pada bahan pangan hasil ternak. Penggunaan bahan pakan yang berasal dari organisme transgenik juga harus memenuhi persyaratan keamanan pakan Aspek keamanan pakan menjadi lebih penting karena pada kondisi sekarang banyak ditemukan penyakit ternak yang ditimbulkan oleh pakan. Penyakit BSE (Bovine Spongioform Encephalopaty) misalnya adalah penyakit yang ditimbulkan akibat sapi mengonsumsi pakan berasal dari campuran tepung daging tulang

(MBM), tepung ikan dan tepung darah. Dengan demikian penetapan standar pakan yang baik dan tidak berbahaya lagi bagi kesehatan ternak harus ditaati dan menjadi acuan penyusunan formulasi ransum ternak.

 

2.2  Factor yang mempengaruhi tinggi rendahnya konsumsi pakan ternak ruminansia baik secara internal maupun secara eksternal.

Faktor factor yang mempengaruhi tinggi rendahnya konsumsi ternak ruminantsia ada beberapa hal baik secara internal atau dari diri ternak ruminansia tersebut ada juga yang berasal dari factor eksternal dari kondisi luar ternak itu semua meliputi:

a.Temperatur Lingkungan

Ternak ruminansia dalam kehidupannya menghendaki temperatur lingkungan yang sesuai dengan kehidupannya, baik dalam keadaan sedang berproduksi maupun tidak. Kondisi lingkungan tersebut sangat bervariasi dan erat kaitannya dengan kondisi ternak yang bersangkutan yang meliputi jenis ternak, umur, tingkat kegemukan, bobot badan, keadaan penutup tubuh (kulit, bulu), tingkat produksi dan tingkat kehilangan panas tubuhnya akibat pengaruh lingkungan. Makin tinggi temperatur lingkungan hidupnya, maka tubuh ternak akan terjadi kelebihan panas, sehingga kebutuhan terhadap pakan akan turun. Sebaliknya, pada temperatur lingkungan yang lebih rendah, ternak akan membutuhkan pakan karena ternak membutuhkan tambahan panas. Pengaturan panas tubuh dan pembuangannya pada keadaan kelebihan panas dilakukan ternak dengan cara radiasi, konduksi, konveksi dan evaporasi.

b.Palatabilitas

Palatabilitas merupakan sifat performansi bahan-bahan pakan sebagai akibat dari keadaan fisik dan kimiawi yang dimiliki oleh bahan-bahan pakan yang dicerminkan oleh organoleptiknya seperti kenampakan, bau, rasa (hambar, asin, manis, pahit), tekstur dan temperaturnya. Hal inilah yang menumbuhkan daya tarik dan merangsang ternak untuk mengkonsumsinya. Ternak ruminansia lebih menyukai pakan rasa manis dan hambar daripada asin/pahit. Mereka juga lebih menyukai rumput segar bertekstur baik dan mengandung unsur nitrogen (N) dan fosfor (P) lebih tinggi. Tingkat palatabilitas merupakan salah satu faktor penting dalam penyusunan ransum, karena palatabilitas mempengaruhi jumlah konsumsi pakan (intake) oleh ternak. Untuk proses penggemukan dimana indicator utamanya adalah pertambahan berat badan, aspek yang dipentingkan dalam komposisi ransum adalah perimbangan antara serat kasar dengan energy ransumnya, sedangkan kadar protein kasar umumnya diformulasikan sekitar 10-14%. Dari aspek palatabilitas pakan, terlihat bahwa pakan konsentrat dan complete feed memiliki tingkat palatabilitas yang lebih baik dibandingkan pakan hijauan.

c.Selera

Selera sangat bersifat internal, tetapi erat kaitannya dengan keadaan “lapar”. Pada ternak ruminansia, selera merangsang pusat saraf (hyphotalamus) yang menstimulasi keadaan lapar. Ternak akan berusaha mengatasi kondisi ini dengan cara mengkonsumsi pakan. Dalam hal ini, kadang kadang terjadi kelebihan konsumsi (overat) yang membahayakan ternak itu sendiri.

d.Status Fisiologi

Selera sangat bersifat internal, tetapi erat kaitannya dengan keadaan “lapar”. Pada ternak ruminansia, selera merangsang pusat saraf (hyphotalamus) yang menstimulasi keadaan lapar. Ternak akan berusaha mengatasi kondisi ini dengan cara mengkonsumsi pakan. Dalam hal ini, kadangkadang terjadi kelebihan konsumsi (overat) yang membahayakan ternak itu sendiri.

e.Konsentrasi Nutrisi

Konsentrasi nutrisi yang sangat berpengaruh terhadap konsumsi pakan adalah konsentrasi

energi yang terkandung di dalam pakan. Konsentrasi energi pakan ini berbanding terbalik dengan tingkat konsumsinya. Makin tinggi konsentrasi energi di dalam pakan, maka jumlah konsumsinya akan menurun. Sebaliknya, konsumsi pakan akan meningkat jika konsentrasi energi yang dikandung pakan rendah.

f.Bentuk Pakan

Ternak ruminansia lebih menyukai pakan bentuk butiran (hijauan yang dibuat pellet atau dipotong) daripada hijauan yang diberikan seutuhnya. Hal ini berkaitan erat dengan ukuran partikel yang lebih mudah dikonsumsi dan dicerna. Oleh karena itu, rumput yang diberikan sebaiknya dipotongpotong menjadi partikel yang lebih kecil dengan ukuran 3-5 cm.

 

g.Bobot Tubuh

Bobot tubuh ternak berbanding lurus dengan tingkat konsumsi pakannya. Makin tinggi bobot tubuh, makin tinggi pula tingkat konsumsi terhadap pakan. Berat badan ternak dapat diketahui dengan alat timbang. Dalam praktek di lapangan, berat badan ternak dapat diukur dengan cara mengukur panjang badan dan lingkar dadanya. Kemudian berat badan diukur dengan menggunakan formula: Berat badan = Panjang badan (inci) x Lingkar Dada2 (inci) / 661 Sedangkan Berat badan metabolis (bobot tubuh) dapat dihitung dengan cara meningkatkan berat badan dengan nilai 0,75. Dengan demikian Berat Badan Metabolis = (Berat Badan)0,75

h.Produksi

Ternak ruminansia, produksi dapat berupa pertambahan berat badan (ternak potong), air susu (ternak perah), tenaga (ternak kerja) atau kulit dan bulu/wol. Makin tinggi produk yang dihasilkan, makin tinggi pula kebutuhannya terhadap pakan. Apabila jumlah pakan yang dikonsumsi (disediakan) lebih rendah daripada kebutuhannya, ternak akan kehilangan berat badannya (terutama selama masa puncak produksi) di samping performansi produksinya tidak optimal.

 

3.1 Kesimpulan

Menyusunan formula pakan yang ekonomis dan terjangkau peternak seoptimal mungkin memanfaatkan sumber daya local yang tersedia di lingkungan setempat. Selanjutnya dalam pemilihan bahan pakan yang perlu diperhatikan antara lain yaitu kandungan nutrisi bahan, tingkat kecernaan, ketersediaan, kontinuitas dan harga serta kemungkinan adanya factor pembatas seperti zat anti nutrisi atau racun dalam bahan tersebut. Ada beberapa factor yang mempengaruhi penyusunan formulasi pakan ternak ruminansia yang meliputi:

a.Kandungan zat gizi

b.Bahan pakan dan kandungan gizinya

c.Tipe pakan

d.kandungan pakan

e.Ketersediaan pakan

f.Harga bahan baku pakan

g.Keamanan pakan

Faktor factor yang mempengaruhi tinggi rendahnya konsumsi ternak ruminantsia ada beberapa hal baik secara internal atau dari diri ternak ruminansia tersebut ada juga yang berasal dari factor eksternal dari kondisi luar ternak itu semua meliputi:

a.Temperatur Lingkungan b.Palatabilitas c.Selera d.Status Fisiologi e.Konsentrasi Nutrisi f.Bentuk Pakan g.Bobot Tubuh h.Produksi

            Jadi dalam penyusunan formulasi pakan ternak ruminansia yang harus di perhatikan adalah Kandungan zat gizi pakan, bahan baku pakan, tipe pakan ketersediaan bahan pakan, harga bahan baku pakan dan keamanan pakan.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Netty L tobing.2010.Kandungan pakan ternak rumunansia.Manajemen dan teknologi.

Artikel Lain
Produk Kami
10
Merupakan salah satu sumber protein hewani dan merupakan cikal bakal embrio ayam
7
Sapi Brahman mempunyai daya tahan dan kemampuan beradaptasi yang tinggi
9
Merupakan pupuk organik pilihan yang tepat karena zat yang terkandung di dalamnya sangat membantu pertumbuhan tanaman
13
Merupakan jenis ayam kampung dengan galur baru yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian
11
Merupakan ayam dwiguna yang bisa diambil telur dan dagingnya