Bisnis Unggas Perlu Penataan

Jumat, 27 Desember 2013 (16:15:31)
266

Agribisnis unggas (ayam ras) di dalam negeri memerlukan penataan sehingga semua pelaku yang bermain di dalamnya mendapatkan kesempatan untuk bisa tetap eksis. Dalam kondisi saat ini peternak ayam “mandiri” merasa semakin tersisihkan dan banyak menjumpai kesulitan dalam menjalankan usahanya.

“Kami mengharapkan pemerintah bisa menjadi wasit yang bijaksana dan menetapkan regulasi yang bisa menjadi acuan kami untuk menjalankan usaha,” kata Ketua Umum Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN), Sigit Prabowo, menanggapi aksi demo sejumlah peternak ayam ras, yang dilakukan di depan kantor Kementerian Pertanian.

Digelarnya aksi unjuk rasa oleh peternak ayam, menurut Sigit, menandai adanya rasa ketidakpuasan dari sebagian pelaku budidaya. Mereka kini kesulitan karena pasokan ayam hidup (life bird) membanjiri pasar sehingga berdampak menekan harga jual hingga berada di bawah harga pokok produksi (HPP).

Harga ayam hidup saat ini (posisi tanggal 13 Desember 2013) rata-rata hanya Rp 12.500 per kg sementara titik impas (BEP) sudah di posisi Rp 16.500. “Itu artinya kami para peternak ayam mandiri merugi, sementara harga pakan sudah tinggi belum lagi biaya transpor dan biaya lain-lain juga terus naik,” jelasnya.

Sekarang ini bisa dikatakan semua pihak baik peternak mandiri maupun perusahaan perunggasan besar terintegrasi (integrator) melaksanakan kegiatan budidaya ayam ras dan hasilnya berupa ayam hidup ramai-ramai menyerbu “pasar becek”. Maka bisa dimaklumi, dalam kondisi permintaan di masyarakat tak meningkat maka pasokan yang maha besar itu akan berdampak lebih jauh menekan harga jual di tingkat peternak.

Tata niaga ayam di dalam negeri saat ini menurut perkiraan Ketua Umum PPUN, saat ini sekitar 70-80 persen masih berupa ayam hidup, disusul ayam potong (karkas) sekitar 20 persen dan ayam olahan hanya sekitar 7-8 persen. “Persoalan fluktuasi harga akan terus terjadi selama posisi perdagangan ayam kita masih demikian,” jelasnya.

Belajar dari Thailand

Ia yakin di dalam negeri tidak akan terjadi gejolak harga kalau pemerintah mau turun tangan menata perunggasan nasional. Semua harus berjalan pada porsinya, dalam arti yang besar-besar termasuk perusahaan PMA dan perusahaan integrator fokus untuk menghasilkan produk olahan yang berorientasi ekspor, sedangkan kegiatan budidaya diberikan pada peternak skala kecil dan menengah.

sumber: http://tabloidsinartani.com

Artikel Lain
Produk Kami
12
merupakan salah satu ayam hias yang unik dengan bulu berwarna putih seperti kapas
10
Merupakan salah satu sumber protein hewani dan merupakan cikal bakal embrio ayam
7
Sapi Brahman mempunyai daya tahan dan kemampuan beradaptasi yang tinggi
9
Merupakan pupuk organik pilihan yang tepat karena zat yang terkandung di dalamnya sangat membantu pertumbuhan tanaman
8
Merupakan ayam petelur. Produksi telurnya tinggi. Telur menyerupai telur ayam kampung.