Indigofera sp sebagai Bahan Pakan Ternak

Senin, 14 Desember 2015 (14:30:15)

Indigofera sp sebagai Bahan Pakan Ternak

Oleh : Ati Sihombing ,S.P

Pendahuluan

Indigofera sp merupakan tanaman dari kelompok kacangan (family : Fabaceae) dengan genus Indigofera dan memiliki 700 spesies yang tersebar di Benua Afrika, Asia dan Amerika Utara.  Sekitar tahun 1900 Indigofera sp dibawa ke Indonesia, oleh kolonial Eropa serta terus berkembang secara luas (Tjelele 2006).  Tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang kaya akan nitrogen, fosfor dan kalsium.  Indigofera sp mengandung pigmen indigo, yang sangat penting untuk pertanian komersial pada daerah tropic dan sub tropic, selanjutnya dapat digunakan sebagai hijauan pakan ternak dan suplemen kualitas tinggi untuk ternak ruminansia (Haude, 1997). Indigofera sp merupakan tanaman dari kelompok kacangan (family : Fabaceae) dengan genus Indigofera dan memiliki 700 spesies yang tersebar di Benua Afrika, Asia dan Amerika Utara.  Sekitar tahun 1900 Indigofera sp dibawa ke Indonesia, oleh kolonial Eropa serta terus berkembang secara luas (Tjelele 2006).  Tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang kaya akan nitrogen, fosfor dan kalsium.  Indigofera sp mengandung pigmen indigo, yang sangat penting untuk pertanian komersial pada daerah tropic dan sub tropic, selanjutnya dapat digunakan sebagai hijauan pakan ternak dan suplemen kualitas tinggi untuk ternak ruminansia (Haude, 1997).

Jenis-jenis lndigofera dapat tumbuh sampai 1.650 m di atas permukaan laut, dan tumbuh subur di tanah gembur yang kaya akan bahan organik. Sebagai tanaman penghasil pewarna, indigofera ditanam di dataran tinggi dan sebagai tanaman sekunder di tanah sawah. Lahan sebaiknya berdrainase cukup baik. Jika digunakan sebagai tanaman penutup tanah, Indigofera arrecta hanya dapat ditanam di kebun dengan sedikit naungan atau tanpa naungan. Jenis ini menyenangi iklim yang panas dan lembab dengan curah hujan tidak kurang dari 1.750 mm/tahun. Tanaman ini mampu bertahan terhadap pengenangan selama 2 bulan.

Klasifikasi Botani

Klasifikasi botani Indigofera sp adalah sebagai berikut :

Kingdom           : Plantae

Divisi                : Magnoliophyta

Kelas                : Magnoliopsida

Ordo                 : Fabales

Famili               : Fabaceae

Bangsa             : Indigofereae

Genus               : Indigofera Sp

 

 KARAKTERISTIK

            Indigofera sp adalah daunnya berseling, biasanya bersirip ganjil, kadang-kadang beranak daun tiga atau tunggal. Bunganya tersusun dalam suatu tandan di ketiak daun, daun kelopaknya berbentuk genta bergerigi lima, daun mahkotanya berbentuk kupu-kupu.  Secara umum tipe buahnya polong, berbentuk pita (pada beberapa jenis hampir bulat), lurus atau bengkok, berisi 1-20 biji yang kebanyakan bulat sampai jorong.  Semainya dengan perkecambahan epigeal, keping bijinya tebal, cepat rontok, dan memiliki akar tunggang.

 

Indigofera sp. sangat balk dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak dan mengandung protein kasar 27,9%, serat kasar 15,25%, kalsium 0,22% dan fosfor 0,18%. Leguminosa Indigofera sp. memiliki kandungan protein yang tinggi, toleran terhadap musim kering, genangan air dan tahan terhadap salinitas (Hassen et al., 2007). Dengan kandungan protein yang tinggi (26 - 31%) disertai kandungan serat yang relatif rendah dan tingkat kecernaan yang tinggi (77%) tanaman ini sangat baik sebagai sumber hijauan baik sebagai pakan dasar maupun sebagai pakan suplemen sumber protein dan energi, terlebih untuk ternak dalam status produksi tinggi (Iaktasi). Karena toleran terhadap kekeringan, maka Indigofera sp. dapat dikembangkan di wilayah dengan iklim kering untuk mengatasi terbatasnya ketersediaan hijauan terutama selama musim kemarau.

Keunggulan lain tanaman ini adalah kandungan taninnya sangat rendah berkisar antara 0,6 - 1,4 ppm (jauh di bawah taraf yang dapat menimbulkan sifat anti nutrisi). Rendahnya kandungan tanin ini juga berdampak positif terhadap palatabilitasnya (disukai ternak).

Dalam hal kemampuan menghasilkan hijauan pakan, I. hendecaphylia dapat menghasilkan 5 ton/ha bahan hijauan setelah berumur 2 bulan dan 25 ton/ha apabila berumur 6 bulan. Setelah dipotong atau digembalai di padang rumput, I. schimperi bisa tumbuh kembali dengan cepat. Spesies ini mengandung protein kasar sekitar 10% pada batangnya sampai Iebih dari 20% pada daunnya, sedangkan ADF-nya berkisar antara 28% hingga 36%. Dilaporkan juga bahwa I. schimperi tidak mengandung racun termasuk indospicine.

BUDIDAYA TANAMAN
1.    Perbanyakan tanaman secara generative

Sistem perbanyakan tanaman Indigofera sp adalah biji dari tanaman yang sudah tua berumur sekitar 12 bulan dan belum pernah dipanen sama sekali.  Buah yang diambil dijemur hingga kering dan diremas untuk dipisahkan dengan bijinya, setelah itu biji yang diambil dijemur selama 2 hari. Untuk menghindari kelembaban maka biji yang sudah dikeringkan tadi dikering anginkan selama 24 jam, untuk selanjutnya siap disimpan dalam bentuk kemasan yang rapat dan dapat dibuka kembali saat hendak disemai.

 

 

  1. Perbanyakan tanaman secara vegetative

Perbanyakan tanaman secara vegetative adalah cabang-cabang yang paling baik pertumbuhannya, terutama pada lahan yang sudah menghasilkan/produksi. Pemotongan perlu dilakukan dengan pisau yang tajam dan untuk menghindari memar/sobek, maka pada waktu pemotongan menjadi bahan tanaman/stek yang panjangnya + 30 cm.

Bahan yang akan dipotong dengan tangan, stek –stek tersebut tidak segera ditanam tetapi diikat dibiarkan selama 1 sampai 3 hari tempat yang teduh/dingin dengan ujung stek diletakkan diatas. Setelah permukaan potongan kering barulah stek dapat ditanam di lapangan.

Pemanenan

Tanaman Indigofera sp siap dipanen saat berumur 240 hst untuk satu  kali pemanenan, selanjutnya dapat dipanen kembali dengan selisih waktu 90 hari dari saat pemanenan pertama.  Pemanenan dilakukan dengan cara membabat tanaman dari batang sampai daun dan disisakan batang bawah untuk pertumbuhan tunas berikutnya. Umur tanaman indigofera dapat mencapai 3 tahun.

Penggunaan Indigofera sp :

  1. Umur potong pertama 8 bulan
  2. Interval pemotongan 60 – 90 hari
  3. Tinggi pemotongan 1.0 – 1.5 m dari permukaan tanah.

 

Dengan dibudidayakannya tanaman Indigofera sp ini, diharapkan kedepannya dapat menjadi referensi bagi masyarakat khususnya petani / peternak untuk dapat mengembangkan budidaya Indigofera sp menjadi bahan pakan hijauan ternak ruminansia besar dan ruminansia kecil.

 

 

 

Artikel Lain
Produk Kami
7
Sapi Brahman mempunyai daya tahan dan kemampuan beradaptasi yang tinggi
8
Merupakan ayam petelur. Produksi telurnya tinggi. Telur menyerupai telur ayam kampung.
13
Merupakan jenis ayam kampung dengan galur baru yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian
10
Merupakan salah satu sumber protein hewani dan merupakan cikal bakal embrio ayam
12
merupakan salah satu ayam hias yang unik dengan bulu berwarna putih seperti kapas