Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB)

13

Ayam KUB merupakan jenis ayam kampung dengan galur baru yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian. Budidaya ayam KUB bertujuan untuk meningkatkan produksi telur ayam kampung agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Ayam KUB memiliki keunggulan seperti sifat mengeram rendah dan produksi telur tinggi, sehingga menjadi indukan penghasil DOC. Konsumsi daging dan telur ayam kampung masyarakat Indonesia dari tahun ketahun mengalami peningkatan sedangkan produksinya belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan budidaya ayam kampung yang memiliki nilai produksi telur tinggi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan indukan yaitu :

a. Bakal Pejantan (Jantan)

* Sehat dan tidak mempunyai cacat fisik

* Pergerakan lincah dan gesit

* Penampilan tegap, mata bening, bulu halus dan mengkilap, kaki dan kuku bersih, sisik teratur

* Memiliki nafsu kawin yang tinggi

* Umur 1 - 2,5 tahun, bertaji

* Untuk sistem kawin IB pejantan yang digunakan mempunyai hubungan yang jauh dengan induk yang akan diinseminasi

* Untuk sistem kawin IB dipilih pejantan yang sudah terlatih diambil semennya

b. Bakal Induk (Betina)

* Sehat dan tidak cacat

* Berproduksi tinggi

* Minimal sudah mengalami periode peneluran pertama, umur 7 - 8 bulan

* Induk sedang bertelur

* Pemeliharaan induk sebaiknya dalam kandang postal atau liter dengan perbandingan jantan : betina 1 : 6 dalam setiap flock

Pemeliharaan ayam kampung petelur dianjurkan dengan sistem intensif (ternak selalu dikandangkan).

Produk Kami
13
Merupakan jenis ayam kampung dengan galur baru yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian
8
Merupakan ayam petelur. Produksi telurnya tinggi. Telur menyerupai telur ayam kampung.
9
Merupakan pupuk organik pilihan yang tepat karena zat yang terkandung di dalamnya sangat membantu pertumbuhan tanaman
14
Sapi Peranakan Ongole (PO)
11
Merupakan ayam dwiguna yang bisa diambil telur dan dagingnya